Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Patra M.Zen tidak percaya dengan isi SMS atau pesan pendek yang menyatakan pemerintah akan menghentikan bantuan dana untuk LBH Jakarta. SMS yang mengatasnamakan Staf Khusus Kepresidenan Bidang Penanggulangan Bencana, Andi Arief itu beredar sejak kemarin (15/3). "Saya ga percaya itu dari Andi Arief. SMS Itu kreatif dan lucu," katanya melalui telepon, pagi ini.
Dalam SMS itu juga terdapat ancaman bahwa LBH Jakarta akan diserang jika berbagai aksi anti SBY tetap digelar di kantor LBH. Menurut Patra, ia sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Andi Arief. "Dia bilang tidak pernah mengirim SMS itu," ujarnya.
Patra menuturkan LBH tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah. "Jadi yang distop itu yang mana ?" tanyanya. Terakhir, lanjut dia, LBH Jakarta mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dua tahun lalu. "Dana tidak diberikan lagi karena itu bukan dana bantuan hukum, tapi dana bantuan Ormas," katanya.
SMS ancaman ini beredar seiring dengan dipakainya halaman kantor LBH oleh sejumlah kelompok yang dianggap anti-SBY. "Ada Bendera, Forkot. Mereka meminta izin memakai halaman gedung YLBHI. Ada pemutaran film juga," katanya.
Dalam SMS itu juga terdapat ancaman bahwa LBH Jakarta akan diserang jika berbagai aksi anti SBY tetap digelar di kantor LBH. Menurut Patra, ia sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Andi Arief. "Dia bilang tidak pernah mengirim SMS itu," ujarnya.
Patra menuturkan LBH tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah. "Jadi yang distop itu yang mana ?" tanyanya. Terakhir, lanjut dia, LBH Jakarta mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dua tahun lalu. "Dana tidak diberikan lagi karena itu bukan dana bantuan hukum, tapi dana bantuan Ormas," katanya.
SMS ancaman ini beredar seiring dengan dipakainya halaman kantor LBH oleh sejumlah kelompok yang dianggap anti-SBY. "Ada Bendera, Forkot. Mereka meminta izin memakai halaman gedung YLBHI. Ada pemutaran film juga," katanya.